Detail Cantuman Kembali
kuat bending sambungan double strap butt joint untuk gading-gading kapal kayu
Penyebab rendahnya kekuatan sambungan pada konstruksi kayu karena terbatasnya luas sambungan dan kayu memiliki kuat geser sejajar serat yang kecil sehingga mudah pecah apabila beberapa alat sambung dipasang berdekatan. Dalam penempatan alat sambung di syaratkan jarak minimal antar alat sambung. Solusi untuk mengatasinya dengan membuat model sambungan kayu gabungan agar luasan sambungan menjadi optimum tanpa mengurangi kekuatan sambungan kayu tetapi justru membuat kekuatan sambungan menjadi lebih besar. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis kayu kamper (Dryobalanops lanceolata) yang diaplikasikan sebagai gading-gading kapal kayu. Dimana pasak yang digunakan terbuat dari Bambu Petung dan Mur Baut dengan diameter sebesar 10 mm. Berdasarkan hasil pengujian yang menggunakan perekat pasak dan strap tengah memiliki nilai kuat tekan terbaik dengan rata-rata 3,22 (N/mm2), kedua sambungan pasak perekat nilai rata-rata 1,99 (N/mm2) dan sambungan pasak perekat dan double strap memiliki nilai rata-rata terendah yaitu 1,51(N/mm2). Jika pasak bambu mudah bergeser maka berpengaruh pada nilai kekuatan sambungan maka sambungan tidak menjadi kuat, ruas bambu berpengaruh terhadap kekuatan tekan pada pasak karena ruas pada bambu memiliki struktur serat yang tidak beraturan jadi pasak mudah mengalami patah, perekat Epoxy terbukti sangat baik sehingga mampu menahan beban secara maksimal dan memperoleh nilai paling baik , arah serat kayu yang menyimpang dan cacat pada permukaan kayu juga berpengaruh terhadap kekuatan struktur sambungan, jumlah dan lubang pasak jika mengalami keretakkan maka kekuatan sambungan akan berkurang.
621.18.13 Gun k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2018
Surabaya
xii, 69 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







